Video Juara I dari Biara: Komunitas Santa Ursula Ende
Video Juara I dari Kampus: Kampus Santa Ursula Jakarta
Laudato Si (LS) yang telah ditulis Paus pada tahun 2015 genap berusia 10 tahun pada tahun 2025. Musyawarah Ursulin Indonesia yang dilaksanakan pada tahun 2016, dihadiri semua suster Ursulin dari dua regio, Jawa dan luar Jawa, menjadi tonggak dimulainya perjalanan menghayati dan menghidupi semangat Laudato Si. Bagaimana perkembangan dan dampak apa yang dapat kita lihat dan bagaimana Integral ekologi yang menjadi dasar LS ini dihayati dan diwujudkan dalam kehidupan harian para Ursulin bersama dengan para guru, karyawan dan seluruh siswa serta para mitranya.
Menyelenggarakan lomba pembuatan video yang berisi rekaman jejak-jejak aksi dan kegiatan bisa membantu kita untuk melihat sampai sejauh mana para suster dan orang-orang yang dilayani menghayati, menghidupi, dan mengupayakan agar gerakan Laudato Si ini terus dikembangkan dan dihidupi secara lebih luas dan lebih mendalam. Selain itu, lomba ekologi integral dalam gaya hidup ekologis ini dapat mendorong para suster dan masyarakat untuk memiliki rasa ekologis yang lebih mendalam dan nyata yang dapat berkontribusi bagi kehidupan yang berkesinambungan pada masyarakat yang lebih luas lagi.
Bila kita cermati lebih mendalam, seruan Paus yang mengajak semua orang untuk memperhatikan dan mencintai lingkungan hidupnya merupakan inti dari ajaran Katolik, yaitu cinta kasih. Cinta kasih disini bukan hanya pada sesama manusia, namun pada seluruh ciptaan Tuhan, yaitu; semua binatang, tumbuh-tumbuhan dan alam semesta yang perlu kita hargai dan cintai karena mereka semua diciptakan Allah dengan kasih untuk saling mendukung, memberi dan menerima satu sama lain yang berkeadilan, sehingga tercipta relasi dan kehidupan yang harmonis. Hal ini juga merupakan bagian dari ajaran sosial gereja yaitu; pemeliharaan ciptaan Allah, yang mana iman kita menuntut kita untuk menunjukkan rasa hormat kepada Sang Pencipta dengan menjadi pemelihara yang baik atas ciptaan-Nya. Ini bukan sekadar slogan, melainkan tuntutan etis dan moral untuk melindungi bumi dan semua yang ada di dalamnya. Menghidupi arah dan gerak Gereja dalam mewujudkan iman yang konkret melalui tindakan kasih terhadap sesama dan seluruh ciptaan Tuhan. Dengan demikian, lomba ini mengajak kita semua menghidupi arah dan gerak Gereja dalam mewujudkan iman yang konkret melalui tindakan kasih terhadap sesama dan seluruh ciptaan Tuhan.
Teknis Lomba
Para peserta diberi waktu sekitar 3 bulan untuk pengambilan gambar dengan beberapa kriteria; misalnya Pesan yang disampaikan sesuai tema, melibatkan banyak peserta dan kekompakan, Kreativitas dan inovatif, video bersifat orisinal dan belum pernah diikutsertakan dalam lomba lain, berdampak luas, berkesinambungan dan menginspirasi bagi para penonton. Kriteria tersebut menjadi dasar penilaian dari 3 juri yang berpengalaman dari luar Ursulin yang bisa menjaga objektivitas lomba. Selain itu durasi video ditentukan panitia, yaitu untuk biara: 5–10 menit dan untuk sekolah: 10 - 15 menit serta video dalam bentuk landscape (agar bisa dimasukkan ke Youtube dan website).
Waktu Pelaksanaan pembuatan video untuk biara dimulai 08 November 2025— 10 Februari 2026, sedangkan untuk sekolah Ursulin dimulai 22 November - 20 Februari 2026. Tempat pelaksanaan secara mandiri di tempat masing-masing di Biara atau di Kampus (boleh juga di tempat dimana kegiatan diadakan). Sebelum pelaksanaan, ada sosialisasi penjelasan tentang Ekologi Integral dan teknik persiapan dan pelaksanaan lomba yang diberikan oleh panitia, yaitu Komisi JPIC Ursulin Indonesia. Pelaksanaan sangat tertip Semua peserta lomba mengirimkan vidio tepat pada waktunya dan tidak ada yang terlambat. Peserta yang mengikuti cukup banyak, dari biara Ursulin ada 20 komunitas termasuk asrama dan untuk sekolah ada 18 peserta. Para peserta tidak dipungut biaya agar tidak membebani. Hadiah kami peroleh dari kemurahan hati beberapa komunitas dan dukungan dari Provinsi Indonesia. Adapun kejuaraan dibagi menjadi 2 bagian: untuk biara Ursulin , Kejuaraan 1, 2, dan 3 dan Juara Harapan 1, 2, dan 3; untuk sekolah, sama, yaitu: Kejuaraan 1, 2, dan 3 dan Juara Harapan 1, 2, dan 3.
PESERTA
|
PESERTA KAMPUS 1.Kampus Sukabumi(TK, SD, SMP) 2.SMP Vincensius Jkt 3. SMP St. Maria Surabaya 4.Kampus Theodorus Kotamubago 5.Kampus St. Maria Sidoarjo 6.Kampus St. Ursula Jakarta 7.SD. Vincensius Jakarta 8.Kampus St. Maria Jakarta 9.SMP Regina Pacis Solo 10.SMP St. Maria Klaten 11.Kampus St. Ursula BSD 12.Kampus/SMP St. Theresia JKT 13.Kampus St. Ursula Penajam 14.SMA Reg Peg Solo 15.TK, Vincensius Jkt 16.Kampus St. Ursula Ende 17.SMP Bintang Kejora Pacet 18.Kampus Atambua
|
PESERTA BIARA 1.Postulan Timor Timur 2.Biara OSU Sukabumi 3.Biara OSU Sunter 4.Biara OSU Labuhan Bajo 5.Biara OSU St. Ursula Jakarta 6.Biara OSU Madiun 7.Biara OSU Klaten 8.Biara OSU Timika Papua 9.Biara OSU Solo 10.Biara OSU Malang 11.Postulan Yogya 12.Biara OSU Ende 13.Biara OSU Atambua 14.Biara OSU Kotamubago 15Biara OSU Amurang 16.Biara OSU Pusat & Novisiat 17.Asrama St. Angela Ende 18.Asrama St. Ursula Ende 19.Biara OSU Bidara Cina 20.Biara St. Theresia
|
KEJUARAAN
- Kejuaraan Lomba video ekologi Integral dengan “Integral Ekologi Dalam Gaya Hidup Ekologis” tingkat BIARA
Juara I (1.073) : Biara OSU Ende
Juara II (1.060) : Biara OSU Sukabumi
Juara III (1.043) : Biara OSU Pusat & Novisiat
Juara Harapan I (1.035) : Biara OSU Jl.Pos
Juara Harapan II (1.000) : Biara OSU Sunter
Juara Harapan III (985) : Biara OSU Klaten
- Kejuaraan Lomba video ekologi Integral dengan tema “Integral Ekologi Dalam Gaya Hidup Ekologis” tingkat KAMPUS/SEKOLAH
Juara I (1.110) : Kampus St. Ursula Jakarta
Juara II (1.095) : Kampus St. Ursula BSD
Juara III (1.060) : Kampus St. Maria Jakarta
Juara Harapan I (1.010) : Kampus St. Angela Sukabumi
Juara Harapan II (1.000) : SMP Regina Pacis Solo
Masing-masing juara mendapat penghargaan berupa serifikat dan uang pembinaan.
PENUTUP
Lomba pembuatan video ekologi integral dengan tema gaya hidup ekologis telah selesai, namun kesadaran, semagat, pendalaman, pengembangan dan kebersamaan yang dibangun dalam lomba diharapkan tetap hidup dan berdampak baik secara pribadi, komunitas, dan kampus serta Masyarakat yang lebih luas.
Sr. Anastasia Ratnawati, OSU
Ketua Komisi JPIC Ursulin Indonesia
